Kesehatan tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga jiwa. Konsep kesehatan holistik ini memandang tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang saling terkait dan saling mempengaruhi.
Hati yang kuat akan mempengaruhi pendengaran dan penglihatan seseorang. Ibnu Qoyyim mengatakan Qolbu adalah Panglima, Tubuh adalah Tentaranya. Panglima yang baik, tentaranya akan baik. Begitupun sebaliknya.
Ini menunjukkan bahwa keadaan mental seseorang sangat memengaruhi persepsi dan respons terhadap kesehatan tubuhnya sekaligus dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Sikap positif dan optimis dapat menghasilkan endorfin yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Pengaruh lingkungan melalui informasi yang masuk pada pendengaran dan penglihatan akan diolah oleh otak sebelum dikirim ke hati. Menjaga pikiran dan persepsi kita agar positif sangat penting, karena hal tersebut akan memengaruhi kondisi hati dan jiwa kita. Wujud tertinggi dalam mengendalikan kondisi positif Jiwa adalah dengan menumbuhkan rasa Cinta kepada Tuhan semesta alam. Tubuh akan akan optimal dalam re-generasi sel. Dalam konteks ini, cinta yang tulus kepada Tuhan semesta alam tidak hanya membawa kebahagiaan spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif pada kesehatan secara keseluruhan.
Dalam kehidupan sehari hari pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui pola makan yang sehat. Tubuh membutuhkan makanan terbaik untuk kesehatan tubuh. Ada cara cara yang peru dilakukan dalam menumbuhkan kebahagiaan hati untuk membuat tubuh menjadi sehat. Yaitu :
- Memberi makan terbaik kepada orang lain untuk menumbuhkan kesehatan jiwa.
- Puasa tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga spiritual. Puasa membantu menenangkan jiwa, membersihkan hati, dan mengajarkan kesabaran serta pengendalian diri.
- Memilih makanan yang baik dan halal (dalam Al Quran karena merupakan wujud cinta kepada Tuhan semesta Alam).
Konsumsi makanan yang sehat tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga memainkan peran penting dalam kesehatan mental dan emosional. Islam juga memberikan panduan tentang perilaku makan yang sehat, seperti menghindari makanan yang tidak sehat dan mengonsumsi makanan probiotik dan fermentasi.
Terakhir, kebahagiaan sejati berasal dari Tuhan semesta alam, dan manusia seharusnya menjalani hidup dengan penuh rasa syukur dan kasih sayang. Lingkungan yang baik dan membahagiakan juga dapat mempengaruhi kualitas hati, jiwa, dan gen seseorang. Sehingga akan tercipta keseimbangan antara kesehatan jiwa dan fisik. Serta dampak terhadap lingkungan yang baik dan positif untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

